Dari Muqarabah, MEP School Tanamkan Kebiasaan Baik dan Cinta Al-Qur’an

Ada banyak cara untuk mengajarkan anak tentang kebaikan. Tidak semuanya harus dilakukan di dalam kelas. Terkadang, anak-anak justru membutuhkan ruang untuk belajar, beribadah, berbincang, dan melihat kembali dirinya sendiri.

Hal itulah yang dihadirkan melalui Muqarabah (Munajat Qur’an Penuh Mahabbah) di MEP School. Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Mabit ini diikuti oleh siswa-siswi kelas 4–6 MEP School yang dilaksanakan pada Jum'at - Sabtu, 2–3 Oktober 2026 dan bertempat di Masjid Qudwah.

Selama mengikuti Muqarabah, siswa mendapatkan berbagai pengalaman yang dekat dengan kehidupan mereka. Mulai dari pembiasaan ibadah, belajar tentang masa baligh, memperbaiki kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur’an, sampai belajar memahami tanda-tanda kebesaran Allah yang ada di sekitar mereka.

Salah satu pembiasaan yang dilakukan adalah dzikir pagi dan petang. Kebiasaan sederhana ini menjadi bagian dari upaya menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa mengingat Allah tidak hanya dilakukan pada waktu-waktu tertentu, tetapi bisa menjadi bagian dari keseharian.

Memasuki usia yang semakin dekat dengan masa remaja, siswa juga mendapatkan materi mengenal ciri-ciri baligh. Pembahasan ini penting agar anak tidak merasa asing dengan perubahan yang akan mereka alami. Mereka dikenalkan dengan ciri-ciri baligh sekaligus dibekali pemahaman tentang bagaimana menyikapinya sesuai dengan syariat Islam.

Tidak kalah penting, Muqarabah juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk kembali dekat dengan Al-Qur’an melalui kegiatan matrikulasi. Dalam sesi ini, siswa melakukan setoran hafalan Al-Qur’an, tes bacaan Al-Qur’an, serta membaca Iqra sesuai dengan kemampuan masing-masing. Dengan begitu, kemampuan setiap siswa dapat diperhatikan dan terus ditingkatkan, baik dalam membaca maupun menghafal.

Belajar agama juga tidak berhenti pada hafalan dan ibadah. Siswa diajak melihat apa yang ada di sekitar mereka melalui materi “Allah Pencipta Alam: Tanda Kebesaran Allah dan Pelajaran bagi Kita.” Dari alam yang mereka lihat setiap hari, siswa diajak untuk menyadari bahwa begitu banyak tanda kebesaran Allah yang sering kali terlewatkan. Ada keteraturan, keindahan, dan berbagai hal yang mengingatkan bahwa tidak ada sesuatu yang terjadi tanpa kehendak dan pengaturan dari Allah.

Setelah mengikuti berbagai materi dan kegiatan, siswa kemudian diajak untuk merefleksikan diri. Mereka diberi kesempatan untuk melihat kembali kebiasaan yang sudah dilakukan selama ini, apa yang sudah baik, apa yang masih perlu diperbaiki, dan kebiasaan apa yang ingin mulai dibangun.

Malam hari menjadi salah satu momen yang tidak kalah berkesan. Siswa belajar untuk melaksanakan qiyamul lail dan salat tahajud bersama. Dalam suasana malam yang lebih tenang, mereka belajar meluangkan waktu untuk bermunajat, berdoa, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Muqarabah pada akhirnya bukan sekadar kegiatan menginap atau mengisi agenda akhir pekan. Ada pesan yang ingin dibawa pulang oleh setiap siswa, bahwa menjadi lebih baik adalah sebuah proses yang harus terus dilakukan. dimulai dari membiasakan dzikir, memperbaiki bacaan Al-Qur’an, menambah hafalan, menjaga salat, memahami diri ketika memasuki masa baligh, atau sekadar belajar untuk lebih bersyukur atas apa yang Allah berikan.

Melalui Muqarabah, MEP School berusaha menghadirkan pengalaman belajar yang tidak hanya menambah pengetahuan keislaman, tetapi juga dekat dengan kehidupan dan perkembangan siswa. Sebab pendidikan bukan hanya tentang apa yang anak ketahui, tetapi juga tentang kebiasaan baik yang tumbuh dan karakter yang mereka bawa dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga dari dua hari yang sederhana ini, tumbuh langkah-langkah kecil yang terus berlanjut: lebih dekat dengan Allah, lebih dekat dengan Al-Qur’an, dan lebih baik dari hari sebelumnya.